“FALLING IN LOVE WITH MY BEST FRIEND”

GambarChapter 9: “Critical Condition (1)”

 

Author: GUNS N ROSES

 

Lenght: Sequel

 

Genre: Romance, Friendship

 

Rating: PG 16

 

Main Cast: Park Shin Hye, Jung Yong Hwa

 

Cast: Lee Min Ho, Park Min Young, Jung So Min, Juniel and Member CN BLUE School (Jong Hyun, Jung Shin, dan Minhyuk)

 

 

 

Jong hyun lalu berkata pada juniel..”juniel tenang dulu kita harus membawa yong hwa ke rumah sakit..”juniel lalu mengerti..kemudian jong hyun berkata lagi..

 

 

 

“Juniel..segera telepon jung shin dan min hyuk..katakan kalau kita sudah menemukan yong hwa..telepon juga eomma dan appa nya..kita akan langsung membawa nya ke rumah sakit..”ujar Jong hyun..

 

 

 

Jong hyun lalu mengangkat tubuh yong hwa..lalu membawanya ke pinggir jalan..sementara Juniel..menelpon eomma dan appa Yong hwa..15 menit kemudian eomma dan appa datang..appa dan eomma yong hwa sangat terkejut melihat kondisi putra nya..eomma yong hwa langsung menangis histeris..appa berusaha tegar..namun tetap terlihat raut wajah sedih nya.ia lalu menggendong yong hwa dan memasukkan nya ke dalam mobil..Juniel dan Jong Hyun ikut dalam mobil itu..

 

 

 

AT HOSPITAL

 

 

 

Setengah jam kemudian mereka sampai di Rumah Sakit..appa dibantu jong hyun membopong tubuh yong hwa masuk ke dalam ruang UGD..

 

 

 

“Dokter..suster..tolong anak saya..”seru appa..

 

 

 

Suster kemudian menunjuk tempat tidur pasien dan appa membaringkan Yong hwa di tempat itu..

 

Suster kemudian menutup ruang UGD..”maaf pak, silahkan tunggu di luar..kami akan memeriksa anak bapak..”ujar suster itu..

 

 

 

Dokter yang berjaga saat itu..kemudian melihat darah dari kepala Yong Hwa..ia menggunakan alat stetoskop untuk memeriksa keadaan Yong Hwa..meraba denyut nadi dan denyut jantung yong hwa..lalu setelah nya

 

“Suster segera siapkan ruangan ICU untuk pasien ini..hubungi juga Dokter jantung, dan otak syaraf, katakan supaya segera bertemu di ruangan ku..katakan juga kalau keadaan pasien dalam kondisi sangat kritis”ujar dokter itu..

 

Sementara itu..di luar ruangan..eomma masih menangis..appa berusaha menenangkan istrinya..

 

“telepon So Min sekarang..dia harus tahu apa yang terjadi..”ujar appa

 

istrinya kemudian memencet tombol hand phone nya beberapa saat kemudian..

 

“Yeobseyo..”ujar So Min..

 

“so min…adikmu..”kata eomma lalu menangis..

 

“eomma..ada apa dengan Yong hwa..Eomma..”teriak so min…

 

Appa yang melihat eomma tidak sanggup lagi bicara lalu mengambil handphone dari tangan istrinya..

 

“so min..bisakah kau secepatnya pulang ke Busan..adikmu ada di rumah sakit sekarang”ujar appa..

 

“Ne, appa..aku secepat nya akan pulang ke Busan..”ujar so min..

 

Lalu sambungan telepon terputus..Jung So Min merasakan ada hal yang sangat genting..sehingga appa nya memanggilnya pulang ke Busan..lalu ia ingat yong hwa..dan so min menangis sambil ia mengepak tas dan pakaian nya..”oh, my little boy..ada apa denganmu yong..kau harus kuat..karena kau adikku satu-satunya..”ujar so min..lalu noona yong hwa pun berdoa, sambil menangis..yeoja itu berharap bahwa semua akan baik-baik saja..

 

Sementara itu di rumah sakit..setelah satu jam lebih mereka menunggu..keluar lah seorang dokter..dari ruangan UGD bersama dua orang suster..kedua suster itu kemudian membuka pintu..lalu mendorong sebuah tempat tidur..appa dan eomma beserta ke tiga sahabat yong hwa dan juniel..melihat sosok yang terbaring itu..dengan selang infus, O2 yang dimasukkan di mulut nya, dan alat pacu jantung terpasang..di bagian dada nya..sungguh mengiriskan hati melihat keadaan Yong hwa seperti itu..eomma langsung pingsan..appa berusaha menahan tubuh istrinya..namun air mata tidak dapat tertahankan mengalir turun melewati pipi nya melihat keadaan putra kesayangan nya..Juniel menangis tersedu-sedu sambil memeluk Jong hyun, sementara jung shin, min hyuk, dan jong hyun..berusaha untuk tidak menangis..namun hal itu terlalu berat untuk mereka..Yong hwa lalu di pindahkan ke dalam ruang ICU stadium 3 atau kritis..

 

Dokter yang keluar dari UGD itu lalu menghampiri keluarga JUNG..

 

“Siapa disini keluarga..pasien bernama Jung Yong Hwa”ujar dokter itu

 

Appa lalu meminta tolong juniel untuk menjaga eomma Yong hwa..lalu ia menghampiri dokter itu..

 

“aku ayah nya dok”ujar appa yong hwa..

 

“namaku..Dokter sam..mari kita ke ruangan ku..ada hal yang sangat penting yang harus kita bicarakan terkait kondisi putra bapak”ujar dokter sam..

 

Mereka lalu berjalan menuju ke ruangan dokter sam..

 

Setelah sampai di ruangan dokter itu..ada 2 dokter lain yang juga berada di ruangan dokter sam..

 

Dokter sam memperkenalkan ke dua dokter di ruangan nya, secara singkat..setelah itu mereka mulai membahas kondisi Yong hwa saat ini..

 

“Mr. Jung..ada dua kondisi yang sangat genting menyangkut putra bapak..Jung Yong Hwa..”ujar Dr.sam..

 

“kondisi yang pertama menyangkut dampak benturan di kepala putra Bapak..akan dijelaskan oleh Dr.Chen..silahkan dokter..”ujar Dr. Sam

 

Dr. Chen menghela napas nya..kemudian berkata“saya langsung saja pak..saya sudah memeriksa kondisi kepala Putra bapak..seperti nya ada benturan keras di bagian otak kecil nya..dan kami sudah memeriksa nya..ada darah yang menggumpal di otak kecil bagian kanan..kami akan mengoperasi nya..namun..”Dr. Chen terdiam sejenak..”itu belum bisa di lakukan kalau kondisi jantung nya belum membaik..”ujar Dr Chen..

 

Lalu dokter kedua pun bicara..

 

“kondisi kedua menyangkut jantung putra anda..setelah saya memeriksa denyut jantung..dan tekanan nya..saya bisa memastikan bahwa ada masalah serius menyangkut jantung putra bapak..denyut jantung nya tidak bisa mencapai tingkat normal..pun begitu dengan tekanan jantung nya..dengan kata lain jantung nya yang sekarang sudah tidak bisa menanggung beban yang berat..sehingga ketika putra bapak berada dalam keadaan stress dan labil emosi nya..jantung nya akan makin melemah..maka jalan keluar yang paling baik adalah Transplantasi Jantung..namun ini pun tak mudah..karena tidak sembarang jantung bisa di terima oleh putra bapak, namun untuk saat ini mari kita berharap bahwa denyut jantung nya akan stabil, sehingga kepala nya bisa dioperasi..

 

Appa Yong Hwa terdiam..wajah nya murung..tidak pernah dalam hidup nya ia akan mengalami saat di mana ia harus memutuskan mengenai hidup Yong hwa..anak yang sangat di kasihi dan di sayangi oleh nya..appa yong hwa lalu menatap Dokter Chen..

 

“Dok..berapa persen kemungkinan anak saya Yong hwa akan selamat dari kondisi pertama??”tanya appa yong hwa..

 

“maafkan saya Mr.jung..saya harus jujur..kami ini hanya manusia biasa..kami akan berusaha semampu kami untuk menyelamatkan nyawa anak bapak..namun karena bapak bertanya pada saya maka saya hanya bisa menjawab..50% putra bapak akan selamat” ujar Dr. Chen..

 

“Mr. Jung..mari berdoa dan berharap bahwa putra bapak, Jung Yong Hwa akan selamat melewati cobaan ini..”Dr. Chen menambahkan…

 

Appa yong hwa..hanya terdiam..air mata perlahan mengalir dari mata tua nya..hati nya sangat sedih menerima kenyataan pahit ini..kemudian tiba-tiba ia berlutut..

 

“kumohon dokter..selamatkan Putra saya Yong hwa..”ujar appa yong hwa..sambil menangis..ia memohon keselamatan putra semata wayang nya itu..

 

Dr Chen dan Dr sam menghampiri appa yong hwa..

 

“kami akan berusaha pak..namun kami hanya manusia biasa..Tuhan jua lah yang punya kuasa..”ujar Dr. Sam..

 

Dr.sam dan Dr. Chen lalu membantu appa yong hwa untuk berdiri..

 

Appa yong hwa lalu keluar dari ruangan itu dan menemui istrinya bersama sahabat-sahabat Yong hwa..eomma yong hwa sudah sadar dan ia bisa melihat wajah murung dan sedih serta air mata yang menggenang di pelupuk mata suami nya..mereka lalu menuju ke ruang Icu stadium 3 untuk melihat keadaan Yong hwa..

 

Setelah mereka sampai ke ruang ICU khusus untuk pasien stadium 3 atau kritis..mereka melihat kenyataan yang memilukan hati..Yong hwa terbaring tak bergerak..seluruh alat pacu jantung menempel di dada nya memonitor pergerakan  jantung namja itu..sementara O2 membantu nya untuk bernapas..di ruang itu, hanya satu orang yang diperbolehkan masuk dan harus mengenakan pakaian steril yang disiapkan di ruangan itu..appa yong hwa yang pertama-tama masuk ke dalam ruangan di mana putra tunggal nya terbaring tak berdaya..

 

Appa kemudian duduk di samping tempat tidur putra nya..ia membelai rambut putra nya itu..air mata kembali jatuh berderai membasahi pipi nya “Yong hwa anak ku..sungguh malang nasib mu..siapa yang melakukan ini padamu nak..jika saja aku bisa mengambil semua rasa sakit yang kau derita anak ku..aku rela..kenapa kau yang harus mengalami hal ini yong..” ujar appa yong hwa..namun yong hwa hanya diam..”anak ku yong hwa..hanya engkau lah kebanggan kami..harapan kami satu-satu nya..engkau lah yang membuat rumah menjadi ceria dengan canda tawa mu”ujar appa lagi, sambil membelai rambut yong hwa dengan penuh kasih sayang..”Yong hwa anakku..bertahan nak untuk ku, eomma, noona so min, dan teman-teman mu..kau harus kuat nak..ingat jalanmu masih panjang yong hwa..”ujar appa lagi..setelah itu sambil menangis..ayah Yong hwa menutup mata nya..ia pun berdoa..”Tuhan beri kekuatan pada anak ku…aku tahu bahwa engkau lah yang punya napas kehidupan..kau yang memberi kau pulalah yang mengambil..namun jika se kira nya boleh Tuhan, biarkan anak ku menikmati cahaya matahari pagi dan merasakan sentuhan lembut udara pagi..namun biar lah kehendak-MU yang jadi dan bukan kehendak ku yang jadi..karena kami ini hanya manusia buatan tangan-MU..terpujilah nama-MU..Amin…

 

Setelah selesai berdoa..Appa yong hwa lalu keluar ruangan untuk di gantikan oleh eomma yong hwa..ia kemudian menyuruh teman-teman yong hwa untuk pulang karena jam sudah menunjukkan pukul 01.00 Am..dan mereka besok harus sekolah..appa yong hwa juga mengatakan kalau yonghwa tidak boleh di jenguk oleh orang yang akan membuat nya stress..karena akan berbahaya bagi jantung nya..ke tiga maknae yong hwa dan juniel akhir nya pulang ke rumah mereka..

 

RUMAH KEDIAMAN KELUARGA PARK

 

Sementara itu di rumah kediaman park..shin hye sedang berada dikamar nya ..dia masih tersenyum memikirkan yang terjadi tadi sore di acara ulang tahun nya..wajahnya nampak berseri-seri…yeoja itu senang, akhirnya min ho jadi namjachingu nya sekarang..namun tak lama kemudian..diri nya baru teringat akan sesuatu..dia baru sadar kalau yong hwa tak datang ke pesta ulang tahun nya…

 

“yong…kenapa kau tidak datang ke pesta ulang tahun ku yong..aku tidak tahu alasan nya ..namun kau membuat ku kecewa..sebagai seorang sahabat yang baik..kau harus nya datang….”ujar shin hye dalam hati..

 

Shin hye lalu mengambil handphone nya..ia bermaksud untuk menelpon yong hwa..ia mau tahu apa alasan yong hwa hingga namja itu tidak datang ke pesta ulang tahun nya…shin hye kemudian menghubungi nomor handphone yong hwa..lalu ia pun menunggu..tidak ada yang menjawab telpon nya..ia pun mencoba lagi, namun kali ini nomor handphone yong hwa tidak aktif …shin hye lalu mengirim pesan messages ke handphone yong hwa..menanyakan mengapa ia tidak datang ke pesta ulang tahun nya..setelah itu, shin hye membaringkan diri nya ke tempat tidur..namun entah mengapa mata nya tidak dapat di pejamkan..bayangan min ho di pelupuk mata nya tiba-tiba hilang dan di ganti oleh wajah yong hwa..hingga jam dinding di kamar nya menunjukkan pukul 02.00 Am..baru kemudian perlahan-lahan ia bisa tertidur..

 

 

 

AT HOSPITAL

 

Sementara itu..di Rumah Sakit..dokter sam..datang ke ruangan ICU stadium tiga guna melihat langsung kondisi yong hwa..namja itu masih koma..hampir tidak ada tanda-tanda kehidupan di wajah yong hwa..wajah nya pucat..Eun Hye sedang menjaga yong hwa, eomma dan appa sudah pulang ke rumah..dokter sam lalu melihat pada mesin pencatat atau pengukur detak jantung jung yong hwa..

 

“hmmm..detak jantung nya sudah hampir mendekati rata-rata detak jantung orang yang normal..”ujar Dr. Sam..Dokter itu lalu keluar ruangan ICU untuk menghubungi teman nya Dr. Chen..dan Dr. Lim..setelah itu..Dr. sam. Menanyakan pada eun hye..dimana orang tua Yong Hwa..

 

“oh, mereka pulang dahulu untuk mengemasi pakaian yang akan di perlukan yong hwa selama berada di Rumah sakit ini dok” jawab Eun Hye..

 

“boleh aku minta nomor handphone appa nya??tanya Dr. Sam..

 

“oh, tentu saja..”jawab eun hye, sambil mencari nomor handhone appa di handphone nya. Tak lama kemudian eun hye memberikan nomor handphone appa yong hwa pada Dr. Sam..setelah mengucapkan terima kasih pada eun hye..Dr. sam lalu keluar ruangan untuk menelpon appa yong hwa..tak lama kemudian appa mengangkat handphone nya..

 

“yeobseyo..”ujar appa

 

“mianhe..kalau saya sudah menganggu istirahat bapak..”ujar Dr. Sam

 

“gwenchana Dr. Sam..kalau boleh tahu..ada apa Dr.sam menelpon saya??tanya appa

 

“hmmm saya sudah memeriksa keadaan Yong Hwa dan kami telah memutuskan akan melakukan operasi untuk mengeluarkan darah yang menggumpal pada kepala anak Bapak..namun kami perlu persetujuan Bapak dan Ibu Yong Hwa sebelum melakukan nya..” ujar Dr. Sam

 

“Dok, jam berapa rencana nya operasi itu akan dilakukan??”tanya appa

 

“operasi itu akan dilakukan jam sembilan pagi pak..kita harus segera melakukan operasi itu, karena jika tidak..kita tahu pada akhir nya akan bagaimana ..”ujar Dr. Sam..

 

“Dok, boleh aku berdiskusi dulu dengan istriku..karena ini menyangkut nyawa anak kami, Jung Yong Hwa..”ujar appa

 

“silahkan pak..saya tunggu keputusan bapak, besok pagi jam 07.00 AM..”ujar Dr. Sam..lalu sambungan telepon pun terputus..

 

Appa Yong Hwa hanya terdiam..ekspresi sedih tergambar jelas di wajah nya..ia lalu menatap istri nya yang sedang tertidur..appa yong hwa lalu memutuskan akan membicarakan perihal operasi kepala yong hwa besok pagi jam 06.00 AM dengan istri nya..

 

Pagi menjelang..appa yong hwa sudah bangun lalu pergi mencari istri nya..eomma yong hwa sedang mengatur apa-apa yang akan mereka perlukan nanti ketika berada di Rumah Sakit..ketika appa melihat istri nya..ia lalu menghampiri nya..

 

“istri ku..ada hal yang ingin kubicarakan dengan mu..mari kita duduk dulu..”ujar appa

 

Eomma menghentikan pekerjaan nya..lalu mengikuti suami nya keruang keluarga..ketika mereka sudah duduk di ruang keluarga, eomma yong hwa pun menyadari ada hal serius yang ingin di bicarakan oleh suami nya..ia bisa melihat wajah sedih suami nya

 

“istri ku..tadi malam Dr. Sam menelpon..” ujar appa, sambil menghela napas panjang..lalu meneruskan “mereka mengatakan akan melakukan operasi untuk mengeluarkan darah yang membeku di kepala yong hwa..” appa kemudian menatap istri nya..”mereka perlu persetujuan kita untuk melakukan operasi itu..namun aku tidak mau memutuskan nya sendiri karena kau adalah ibu nya..aku pun perlu mendengar keputusan mu” ujar appa..

 

Eomma yong hwa pun terkejut dan shock..ia bisa membayangkan bagaimana operasi itu akan dilakukan pada kepala anak nya..ia pun menangis….appa yong hwa lalu memeluk istri nya..ia berusaha menenangkan nya..

 

“istriku..mereka melakukan operasi itu untuk menyelamatkan nyawa anak kita, yong hwa..mereka tidak akan melakukan nya jika tidak membahayakan nyawa yong hwa..”ujar appa

 

Eomma masih menangis..ia hanya bisa meratapi nasib malang yang menimpa anak nya, Jung Yong Hwa..”Jung Yong Hwa anak ku..”lalu ia pun menangis tersedu-sedu..setelah beberapa saat lama nya..tangis eomma pun mereda..

 

“suami ku..kalau ini merupakan cara terakhir yang harus di tempuh untuk menyelamatkan nyawa yong hwa..aku menyetujui nya..”ujar eomma, sambil menatap suami nya..

 

Appa kemudian kembali memeluk istri nya..ia pun sebenar nya tak ingin menyetujui operasi itu..namun karena hanya itu jalan terbaik untuk menyelamatkan putra nya..mau tidak mau mereka harus menyetujui nya..

 

Pagi itu..tepat jam 09.00 AM. Operasi untuk pembedahan otak di kepala Yong Hwa untuk mengeluarkan darah yang membeku pun dilakukan oleh tim dokter yang sudah di bentuk..Operasi itu memakan waktu 12 jam lama nya..ketika operasi itu dilakukan..appa dan eomma pergi ke gereja dekat tempat itu untuk berdoa memohon keselamatan putra nya…

 

AT SCHOOL

 

Sementara itu, di sekolah…Shin hye memasuki kelas nya..namun ia tidak melihat Jung Yong Hwa..ia pun bertanya-tanya dalam hati mengapa yong hwa tidak masuk kelas..kemudian tidak lama setelah nya,juniel pun datang..namun tidak sedikit pun ia mau menoleh kepada shin hye..shin hye menyadari hal itu..namun ia harus bertanya pada juniel, karena hanya juniel yang mungkin tahu di mana yong hwa berada..shin hye pun mendekati Juniel..lalu berbicara pada yeoja itu..

 

“Juniel..”ujar Shin hye..

 

Juniel pura-pura tidak mendengar perkataan shin hye..ia mengambil buku dari tas nya..ketika melihat bahwa juniel mengacuhkan nya..shin hye pun meninggikan suara nya

 

“juniel..aku bicara padamu..”seru shin hye..

 

Juniel pun menghentikan kegiatan nya lalu menatap shin hye..tatapan nya dingin namun ada kesedihan terpancar di mata nya..shin hye pun terkejut di buat nya…

 

“shin hye ada apa kau memanggil ku..”ujar juniel..

 

“apa kau tahu di mana yong hwa…kenapa dia tidak datang ke pesta ulang tahun ku kemarin??”tanya shin hye…

 

Juniel hanya terdiam..lalu berkata “aku tidak tahu yong hwa ada dimana..namun aku rasa yong hwa perlu waktu menenangkan diri nya..”

 

“mengapa kau mengatakan bahwa Yong hwa perlu waktu untuk menenangkan diri nya..pasti ada yang kau sembunyikan dari ku..juniel..apa itu..apa yang kau sembunyikan dari ku..” tanya shin hye..

 

“aku tidak mau mengatakan nya padamu..kalau yong hwa…yong hwa…” namun juniel segera sadar kalau ia hampir kelepasan bicara..”aisshhh, shi hye jangan ganggu aku, aku mau belajar..”ujar juniel..

 

“shireooo, juniel..jawab pertanyaan ku..apa yang kau sembunyikan dari ku..” tanya shin hye, yeoja itu berusaha mendesak juniel untuk mengetahui apa yang disembunyikan oleh nya..

 

“aku tidak mau menjawab pertanyaan mu..lalu kau mau apa..”ujar juniel..

 

Shin hye pun terdiam sejenak..lalu berkata “juniel..kita bertiga sudah sahabat sejak lama..mengapa kau menyembunyikan hal itu..dari aku sahabat mu..”ujar shin hye..

 

Juniel..menatap shin hye dengan marah..suara nya tiba-tiba meninggi..

 

“sahabat…sahabat katamu…cih..aku tidak pernah menganggap mu sebagai sahabat..tidak pernah..kau tahu mengapa aku tidak pernah menganggap mu sebagai seorang sahabat..karena seorang sahabat tidak akan membuat teman nya menderita…dan yong hwa menderita karena mu..” ujar Juniel…air mata perlahan turun membasahi pipi yeoja itu…ia lalu melanjutkan..

 

“aku tahu semua penderitaan yong hwa..sejak aku bersama-sama dengan yong hwa..tidak pernah aku melihat keadaan nya seperti ini…ia sudah menceritakan padaku semua nya….di mana diri mu ketika ia sakit selama seminggu..tidak sekalipun kau mau menjenguk nya…ia hanya meminta sedikit saja waktu darimu..sedikit saja.. kau kira aku tidak tahu mengapa ia sampai sakit begitu..itu karena menolongmu…”ujar juniel…setelah menghapus air mata nya..juniel lalu meneruskan kata-kata nya sambil menatap shin hye 

 

“apa kau kira aku tidak tahu kau pergi kemana selama itu..kau bersama min ho kan..”ujar juniel

 

“itu bukan urusan mu..lagi pula yong hwa sudah memaafkan perbuatan yang ku lakukan”ujar shin hye ketus..

 

“itulah sebab nya aku bangga bisa bersahabat dengan yong hwa..meski kesalahan sebesar itu ia masih mau memaafkan mu..kalau aku jadi Yong hwa..aku tidak akan pernah mau memaafkan mu..”ujar juniel..ia lalu memalingkan wajah nya dari shin hye..”jangan ganggu aku lagi, aku mau belajar..”ujar juniel…

 

Shin hye lalu kembali ke tempat duduk nya dengan kesal..terkadang dia heran mengapa juniel tidak suka dengan diri nya..yeoja itu kemudian membuka buku nya untuk belajar..namun sampai pelajaran disekolah berakhir, shin hye masih memikirkan tentang yong hwa..”yong, kau ada di mana..??”ujar shin hye..yeoje itu merindukan sahabat baik nya jung yonghwa…

 

AT HOSPITAL

 

Operasi untuk mengeluarkan darah membeku di bagian otak kecil bagian kanan pada kepala Jung Yong Hwa masih sementara di lakukan oleh tim dokter yang di bentuk…operasi itu sendiri akan selesai jam 07.00 PM..Saat itu, hari sudah senja..sahabat yong hwa..juniel, dan ketiga maknae yong hwa sudah datang ke Rumah Sakit..mereka kemudian memberi salam pada appa dan eomma yong hwa yang sedang berada di ruang tunggu dekat ruang operasi..

 

“anyeong..”ujar mereka serempak..

 

Appa yong hwa melihat mereka..lalu menganggukkan kepala..setelah itu..dia kembali menatap bunga-bunga yang ada di dekat situ..sementara eomma tengah tertidur di tikar, dekat ruang operasi yong hwa..

 

Jung shin, min hyuk, jong hyun dan juniel kemudian duduk di sebuah bangku panjang di taman dekat ruang operasi..min hyuk kemudian buka suara..

 

“juniel…kau bertemu shin hye tadi pagi di sekolah..”tanya nya

 

“ne, min hyuk..dia menanyakan keberadaan yong hwa lalu bertanya mengapa dia tidak datang ke pesta ulang tahun nya??ujar juniel..

 

“apa kau memberitahukan kepada nya dimana yong hwa berada??”tanya jong hyun..

 

“ani..aku tidak akan memberitahukan pada nya..aku tidak mau membahayakan nyawa yong hwa, yong hwa menderita seperti ini karena yeoja itu..aku pun tidak suka pada shin hye..karena dia tidak pernah mengerti apa itu persahabatan..”ujar juniel..

 

Selama percakapan di antara mereka sedang berlangsung..jung shin tidak menyimak percakapan itu..ia sedang merenung..sibuk dengan pikiran nya sendiri..

 

“apa aku harus memberitahukan pada shin hye, kalau sebenarnya yong hwa lah yang menulis puisi itu..dan mengirimkan nya pada shin hye..”ujar jung shin dalam hati..ia lalu teringat akan perkataan ayah yong hwa..kalau yong hwa tidak boleh dijenguk oleh orang yang membuat nya menderita seperti ini..jung shin lalu memutuskan untuk tidak memberitahukan pada shin hye kenyataan yang sesungguh nya..”setidak nya ini bukan saat yang tepat, tidak sampai yong hwa sembuh betul..” ujar jung shin sedih..”yong, kau harus sembuh..kami bertiga menunggu mu..band kita tak akan lengkap tanpa mu yong hwa..”ujar nya lagi..

 

Jong hyun lalu melihat jung shin dan menyadari kalau namja ini sedang merenung..jong hyun lalu menepuk bahu jung shin

 

“jung shin..”ujar jong hyun..

 

Jung shin segera sadar kalau tadi ia sedang merenung..dan jong hyun melihat nya..

 

“ne..”ujar jung shin..

 

“apa tadi yang kau lamunkan jung shin..??”ujar jong hyun..ia lalu teringat sesuatu..

 

“changkamman jung shin..tadi malam waktu kita akan pergi mencari yong hwa..kau mengatakan kalau ada yang akan kau jelaskan pada kami..sekarang katakan jung shin..apa itu..??tanya jong hyun

 

Segera jong hyun, min hyuk dan juniel menatap jung shin..jung shin hanya menarik napas panjang lalu menatap mereka bertiga..

 

“chua..aku akan memberitahukan kalian sesuatu, namun kalian harus berjanji padaku kalau kalian tidak akan memberitahukan hal ini pada shin hye”ujar jung shin..ketiga teman nya bingung..

 

“jung shin, mengapa kami tidak boleh memberitahukan hal ini pada shin hye..apakah ini berkaitan dengan shin hye..”tanya min hyuk..

 

“ne..kalian harus berjanji padaku terlebih dahulu untuk tidak membocorkan rahasia ini pada siapapun juga terlebih pada shin hye..”ujar jung shin

 

“ne..jung shin kami berjanji..”ujar mereka serempak..

 

Jung shin menatap mereka bertiga lalu memalingkan wajah nya kedepan menatap bunga yang baru bermekaran..

 

“tadi malam, ketika acara ulang tahun park shin hye..shin hye bertanya pada min ho..apakah min ho yang menulis puisi itu..”ujar jung shin

 

“ne, kami juga mendengar tentang hal itu, min ho sendiri yang mengatakan kalau ia lah yang menulis puisi tersebut..”ujar juniel..

 

“dan apa kalian percaya dengan kata-kata nya..??”tanya jung shin

 

“kami tidak tahu jung shin..apa kau tahu siapa Mr. POEM yang sebenarnya..”tanya jong hyun

 

“ne..menurut kalian apa mungkin min ho yang membuat puisi itu..apa kalian pernah mendengar kalau dia pernah menang lomba menulis puisi tingkat sekolah”tanya jung shin..

 

“ani jung shin, kami tidak pernah mendengar tentang hal itu..”ujar min hyuk..

 

“yang pernah kami tahu dan kami lihat sendiri adalah yong hwa yang tahun lalu menang lomba menulis puisi di sekolah..dan antar sekolah”ujar juniel..

 

“jadi jika min ho tidak pernah menang lomba baca puisi di sekolah dan yong hwa malah pernah menang di sekolah dan lomba baca puisi antar sekolah..apa mungkin min ho mampu membuat puisi sebagus dan seindah itu sehingga shin hye jatuh cinta pada min ho..??tanya jung shin..

 

“jadi..menurutmu jung shin..yong hwa lah yang menulis puisi itu??”tanya jong hyun..

 

“Ne, yong hwa lah yang menulis puisi itu dan kejutan lain nya..namun shin hye tidak pernah berpikir sejauh itu..dia bahkan lupa kalau yong hwa sangat jago buat puisi..pikiran nya sudah tertutup oleh kebohongan min ho..”ujar jung shin

 

Jong hyun, min hyuk dan juniel hanya terdiam mendengar kenyataan itu..shin hye jatuh cinta pada min ho karena min ho mengakui kalau ia lah yang menulis puisi itu..namun yang sebenarnya jung yong hwa lah yang menulis nya..juniel kemudian bersuara..

 

“aku lega mengetahui kalau yong hwa lah yang menulis puisi itu..dan aku berharap shin hye tidak akan pernah mengetahui nya.. yong hwa tidak layak untuk shin hye, karena ia terlalu baik untuk yeoja seperti park shin hye..hati yong hwa seperti emas..aku sungguh bangga punya teman sebaik yong hwa..yong hwa sudah terlalu banyak menderita karena shin hye..”ujar juniel..yeoja itu berusaha menahan amarah nya..

 

“juniel..aku tahu kau sangat marah pada shin hye..aku pun begitu..namun Tuhan mengajarkan kita untuk mengampuni kesalahan orang lain..termasuk shin hye..aku yakin suatu hari nanti dia pasti berubah..dan aku harap kau mau memaafkan nya..”ujar jong hyun..

 

Juniel..menatap jong hyun..dia tidak percaya jong hyun berkata seperti itu..”jong hyun, kau berharap aku mau memaafkan nya…tidak…tidak akan pernah..dan kenapa kau membela shin hye..apa kau sudah terpikat dan terpedaya oleh kecantikan nya sama seperti jung yong hwa…”ujar juniel, yeoja itu tampak kecewa dan marah pada jong hyun..

 

“bukan begitu juniel…aku tidak membela shin hye..kita ini hanya manusia..kita pun tidak akan pernah luput dari kesalahan..dan ketika kita salah..kita ingin orang itu mau memaafkan kesalahan kita..begitu pun aku dan kau..kita tidak pernah luput dari kesalahan..belajar lah untuk memaafkan kesalahan orang lain..meski itu menyakiti hati mu..”ujar jong hyun.

 

Juniel hanya terdiam sambil menatap jong hyun..jong hyun menghampiri juniel, lalu memeluk nya..

 

“pikirkan perkataan ku ketika kau sedang sendiri..lalu berdoalah..hatimu akan lebih lapang untuk memaafkan kesalahan orang lain…”ujar jong hyun, sambil memeluk juniel..

 

“gomawo, jong hyun..aku tidak tahu kalau kau akan sebijak ini dalam berpikir..aku akan mengikuti apa yang kau sarankan..”ujar juniel, lalu membalas pelukan namja itu..

 

Jung shin dan min hyuk yang melihat adegan itu, tersenyum lalu…

 

“ehmmm..yah..kalian berdua ini..aisshhh apa kalian tidak tahu kalau kita lagi di rumah sakit..tidak bisakah kalian melakukan nya di tempat lain eoh..”ujar min hyuk..

 

Jong hyun dan juniel segera tersadar lalu melepaskan pelukan mereka…sambil tersenyum..wajah juniel memerah..namun hatinya terhibur oleh jong hyun..

 

“mianhe..”ujar juniel…jong hyun hanya menghela rambut nya kebelakang…sambil menatap juniel..

 

Mereka kemudian masih melanjutkan percakapan mereka hingga waktu menunjukkan pukul 07.00 PM..lalu lampu yang menyala di luar ruangan operasi telah dimatikan pertanda operasi telah selesai di lakukan..

 

Appa, eomma dan keempat teman yong hwa lalu mendekati ruangan operasi itu..tidak lama kemudian keluarlah seorang dokter…ia lalu menghampiri keluarga dan sahabat yong hwa..

 

“dok, bagaimana keadaan anak saya yong hwa??”tanya eomma..

 

“operasi nya berjalan dengan lancar, kami sudah membuat lobang di otak nya sehingga darah yang membeku di otak nya bisa di keluarkan..namun kita masih harus menunggu selama satu minggu..dalam satu minggu ini..yong hwa akan memasuki masa kritis..mari kita berharap yong hwa akan bisa melewati nya..jika ia bisa melewati masa kritis ini..kemungkinan besar ia akan selamat..”ujar Dr. Sam..lalu dokter itu pun pergi ke ruangan nya..

 

Mendengar hal itu, appa dan eomma masih belum bisa bernapas lega..yong hwa masih harus melewati masa kritis selama satu minggu…waktu yang tidak lama, eomma kemudian menangis..appa memeluk nya..

 

“istriku..sabar..kita harus kuat untuk yong hwa..anak kita pasti bisa melewati cobaan ini..aku percaya Tuhan akan menlong kita..”ujar appa…

 

TBC

 

Guys, saya baru saja selesai menulis chapter 9.

 

Next Chapter: Yong hwa masih berada dalam kondisi kritis..selama satu minggu, apapun bisa terjadi..mari berharap yong hwa akan kuat melewati cobaan ini.. 

 

Mian, klo ada kata-kata yang salah, maklum baru pertama kali belajar buat fan fic.mohon kritik dan sarannya… Gomawo…

 

^ _ ^ tunggu jawaban nya di chapter berikutnya ya chingu..

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s