LOVE IS IN THE AIR

sad romsnce

Chapter 2 : Story from the past

Author: Guns 007

Lenght: 2-3 Chapter

Genre: Sad Romance

Rating: PG

Main Cast: Park Shin Hye, Jung Yong Hwa

Cast on this chapter: jungshin, jonghyun, minhyuk, Yuki, and Seven as police officer)

Jeju Island

Next Days

Author Pov

The next days, at evening Shin hye datang mengunjungi yonghwa di villanya.

Ketika yeoja itu sudah berada di pintu depan, terdengar sayup-sayup suara alat musik piano dan suara seorang namja yang sedang bernyanyi..

Karena pintu depan terbuka, park shin hye memutuskan untuk masuk ke dalam. Alat musik piano dan suara nyanyian namja itu makin keras terdengar.

Song “How Do I Live without you” from diane warren

How do I, get through one night without you,
If I had to live without you,
What kind of life would that be,
Oh, I, I need you in my arms, need you to hold,
You’re my world, my heart, my soul,
If you ever leave,
Baby you would take away everything good in my life,

Jung Yong hwa menyanyikan lagu itu dengan penuh emosi. Shin hye bisa merasakan kalau yonghwa menyanyikannya dengan penuh perasaan.

Without you, there’d be no sun in my sky,
There would be no love in my life,
There’d be no world left for me,
And I, baby, I don’t know what I would do,
I’d be lost if I lost you,
If you ever leave,
Baby, you would take away everything real in my life.
And tell me now,

CHORUS:

How do I live without you,
I want to know,
How do I breathe without you,
If you ever go,
How do I ever, ever survive,
How do I, how do I, oh, how do I live.

Setelah lagu itu selesai, yonghwa menghapus airmatanya.

Bagaimana aku bisa meneruskan hidupku tanpamu tiffany. Kaulah napasku kaulah cahaya matahariku”

Shin hye bisa melihat kesedihan yonghwa.

Aku harus menghiburnya dan membantunya untuk melupakan semua ini”

Perlahan shin hye melangkah mendekati yonghwa.

“yong. mianhe kalau aku menganggumu”

Yonghwa membalikkan badannya dan melihat shin hye.

“shin hye, gwenchana”

“yonghwa bagaimana kalau kita keluar?? Aku belum pernah pergi melihat-lihat disekitar pulau jeju”

“shin, aku lagi tidak mood untuk keluar”

“ayolah yong, kau perlu hiburan. Tidak ada salahnya kan kalau sekali-sekali kita pergi keluar”

Yonghwa terdiam beberapa saat.

“yong”

“chua. kajja” ajak yonghwa.

Ketika mereka berada di dalam mobil..

“shin hye, dimana adikmu guns. Mengapa kau tidak mengajaknya ke villaku??”

“tadi pagi adikku memutuskan untuk kembali ke seoul”

“adikmu itu sekarang sedang kuliah atau masih sekolah??”

“guns baru masuk di semester 1 seoul university”

“bagaimana denganmu yonghwa, kau menjabat sebagai apa di maskapai penerbangan??”

“shin, aku adalah seorang pilot di maskapai penerbangan seoul airlines”

“mwo, jadi kau seorang pilot??” tanya shin hye.

“ne, kau tidak menduga kalau aku seorang pilot. Bukan!! Aku pun tidak menduganya. Awalnya aku ingin menjadi penyanyi dan tidak ingin menjadi pilot. aku ikut seleksi pelatihan untuk menjadi pilot hanya untuk menyenangkan hati kedua orangtuaku. Siapa yang menyangka kalau pada akhirnya aku benar-benar menjadi seorang pilot”

“tapi yonghwa, sekarang kau menyukai profesi mu kan??”

“ne. saat ini, aku rasa menjadi seorang pilot adalah suatu kebanggaan karena bisa mengantar para penumpang ke tujuan mereka masing-masing”

“ah, shin. Kita dari tadi hanya bicara terus, aku belum tahu kita mau kemana??” tanya yonghwa.

“yong, bagaimana kalau kita menonton film. Aku sudah lama tidak menonton film”

“hmm. Baiklah, aku juga sudah lama tidak pergi menonton film” ucap yonghwa.

Yonghwa melihat ada movie theater di persimpangan jalan. Ia menghentikan mobilnya di depan movie theater itu.

Shin hye turun dan pergi melihat film yang akan diputar. Yeoja itu langsung senang ketika melihat film yang akan diputar itu.

“yong, 10 menit lagi film kesukaanku Harry Potter akan diputar dibioskop ini”

“kau ingin menonton film itu, shin??”

“ne, yong. Aku sangat suka film harry potter”

“kajja yong, aku ingin menonton film itu” ucap shin hye.

“chua” ucap yonghwa.

Yonghwa dan shin hye masuk ke dalam dan mencari tempat duduk di belakang.

Tidak pernah yonghwa menduga kalau dia akan menikmati tipe film seperti ini. Tidak ada kejar-kejaran mobil, tembakan senjata atau saling mengumpat. Yang paling dekat dengan bahasa mengumpat adalah kata-kata ron weasley yang terus berteriak “bloody hell”
Shin hye sesekali menoleh untuk melihat reaksi yonghwa.

“yang betul itu leviOSa bukan leviosAR” ucap shin hye menirukan kata-kata yang ada difilm.

“kau sangat terobsesi dengan hal ini” ucap yonghwa kagum.

“lihat filmnya yonghwa” ucap shin hye sambil tersenyum menikmati film kesukaannya.

Tidak lama kemudian di film itu “tunggu, mengapa Voldemort membutuhkan batu itu??” tanya yonghwa.

“shhh. Perhatikan saja filmnya” ucap shin hye sambil menoleh kembali ke layar. Setidaknya yonghwa menunjukkan minat. Akhirnya mereka sampai di bagian klimaks. Harry dan teman-temannya melewati berbagai rintangan agar harry bisa bertemu dengan penjahat.
Melihat reaksi yonghwa terhadap film itu, shin hye merasa puas. Dia benar-benar duduk terpaku memperhatikan setiap karakter dan jalannya cerita. Namja itu sabar menunggu sesuatu yang besar akan terjadi. Akhirnya film itu akan berakhir, harry menerima album yang berisi gambar orang tuanya yang bergerak dari hagrid.

Yonghwa merasa tersentuh melihat bagaimana kesepian yang dirasakan oleh harry karena tidak bisa merasakan kasih sayang kedua orangtuanya. Suara seseorang yang dikenalnya “rasanya aneh untuk pulang kerumah, bukan??” tanya hermione. Dia adalah teman baiknya yang baru dikenalnya. Semua orang mulai menaiki kereta “Hogwarts Ekspress” untuk meninggalkan sekolah sihir sampai tahun ajaran berikutnya.

“aku tidak akan pulang ke rumah. Tidak benar-benar” ucap harry sebelum dia naik ke dalam kereta. Musik instrumental yang mengiringi film itu mampu menggugah emosi yonghwa. Dia tidak pernah tahu film anak akan membuatnya begitu sedih tapi bahagia. Namja itu sangat tersentuh, matanya berkaca-kaca.

“bagaimana, apa kau menyukai filmnya??” tanya shin hye.

Sial, berhenti menangis yonghwa”. Yonghwa mengalihkan pandangannya sehingga shin hye tidak melihatnya menangis.

“y-yah, a-apa k-kau men-nangis??”

“tidak, dan berhenti berkata-kata seperti p-poor p-professor Q-quirrel” yonghwa menatapnya, shin hye bisa melihat gumpalan air di sudut matanya.

“kau menangis, aku tahu kau akan menyukainya” ucap shin hye tersenyum sambil menatapnya. Yeoja itu mengambil sapu tangannya dan menyeka air matanya.

“gomawo shin hye. Jujur, aku suka film itu. Kesendirian harry potter mengingatkanku akan diriku sendiri yang ditinggal pergi oleh anak dan istriku”

“namun harry potter tidak terlalu merasakan kesendiriannya karena teman-temannya selalu ada dan menghiburnya. Itulah yang harus kau lakukan yong. jangan biarkan dirimu larut dalam kesedihan ini, aku akan membantumu untuk melupakan semuanya” ucap shin hye.

“gomawo, shin kau mau membantuku”

“ne, yong”

“ah, shin. Bagaimana kalau kita ke amusement park?? Aku sudah lama tidak ke tempat itu”

“ne” ucap shinhye.

Akhirnya keduanya sampai di amusement park. Setelah memarkir mobilnya yonghwa membayar tiket masuk ke dalam.

“omo! sudah lama sekali aku tidak ke tempat seperti ini”

“kau benar! Oh? Aku rindu masa-masa dimana dulu aku sering bermain di tempat seperti ini! Jadi kau senang ke tempat ini??” tanya yonghwa.

“ya, tentu saja”

“oh, jadi kita mau main yang mana dulu??” tanya yonghwa.

“bagaimana kalau naik ferris wheel??” ajak shin hye.

“okey”

Mereka berdua naik ferris wheel dan duduk berdampingan. Ketika kereta itu naik ke atas, tanpa sadar karena takut terjatuh shin hye memegang tangan yonghwa. Yonghwa menyadarinya dan tersenyum. Dia menikmati permainan itu.

Setelah selesai, Shin hye baru menyadari kalau dia memegang tangan yonghwa selama mereka naik ferris wheel.

“mianhe” ucapnya, Sambil melepaskan tangannya.

“shin, gwenchana. Aku senang kok” ucap yonghwa.

Mendengar kata-kata yonghwa, shin hye menoleh padanya pun begitu dengan yonghwa. Mereka bertatapan sejenak, dan tersenyum.

Itulah senyum pertama yang dilihat shin hye dari yonghwa semenjak pertemuan mereka.

“ah, aku merasa kalau isi perutku sudah kosong setelah aku mengeluarkan semuanya” ucap yonghwa.

“aku tidak tahu kalau namja tampan dan seorang pilot sepertimu bisa mual dan muntah hanya karena naik ferris wheel?” ucap shin hye sambil menggodanya.

“shin, sebenarnya aku takut ketinggian. Salah satu motivasiku untuk menjadi seorang pilot adalah untuk mengalahkan rasa takutku akan ketinggian”

“dan kau berhasil mengalahkan rasa takutmu itu?” tanya shin hye.

“sedikit”

“ah, jadi kita main apalagi nih??”

“bagaimana kalau “Horror house”??”

Shin hye langsung terdiam dan sedikit pucat. Yonghwa bisa melihatnya.

“gwenchana shin. Aku akan menjagamu” ucap yonghwa.

Shin hye menoleh ke yonghwa yang sedang tersenyum sambil menatapnya.

“chua yong. Aku percaya padamu”

Ketika mereka membuka pintu rumah hantu itu, yonghwa memegang tangan shin hye dan mengenggamnya dengan erat.

“tidak apa-apa, ada aku disini”

“arasso”

Ketika mereka menginjak anak tangga yang terakhir, shin hye menginjak tempat yang licin dan ia kehilangan keseimbangan. Namun yonghwa berhasil menangkapnya. Wajah mereka hanya berjarak beberapa sentimeter saja.

Apa yang aku rasakan ini, perasaan yang hampir sama ketika aku jatuh cinta pada tiffany 5 tahun yang lalu. Aku tidak dapat menahan keluarnya perasaan ini. Apakah secepat ini hal itu muncul, ketika aku belum sepenuhnya bisa melupakan tiffany??”

“yong, yonghwa” ucap shin hye sambil menguncang bahunya

“mianhe” ucapnya sambil melepaskan pelukannya pada shin hye.

“shin, dari tadi kita belum makan. Bagaimana kalau kita pergi ke sebuah restaurant. Aku tahu sebuah restaurant yang cukup enak dan nyaman untuk makan malam”

“ne”

“kajja” ucap yonghwa.

Keduanya kembali ke mobil dan mobil itu meluncur menuju ke sebuah restaurant. 20 menit kemudian, Yonghwa akhirnya menghentikan mobilnya di sebuah restaurant yang letaknya di dekat pantai.

Yonghwa bisa melihat kalau shin hye sudah kelaparan. Namja itu hanya tersenyum.

“shin, mianhe kalau kita cukup terlambat untuk makan malam”

“gwenchana yong. Aku memang sudah lapar”

Namun shin hye sedikit terkejut melihat makanan sudah tersedia ketika pelayan menunjukkan meja mereka. Yeoja itu sedikit bingung.

“aku memesannya sebelum kita sampai ke tempat ini. Aku tidak ingin kita bertambah lapar karena menunggu makanan dihidangkan” ucap yonghwa sambil membimbingnya ke tempat duduknya.

“gomawo” ucap shin hye.

“ayo makan” ajak yonghwa.

“ini untukmu shin, kandungan protein ikan akan sangat bagus buat kesehatanmu” ucap yonghwa.

“gomawo. Ah ini buatmu juga yong” ucap shin hye.

“gomawo shin-ah”

“ahh. aku sudah penuh sekarang” ucap shin hye.

Yonghwa hanya tersenyum.

Shin hye mendesah gembira ketika merasakan angin laut dan melihat ombak yang menampar batu karang.

Berjalan di tepi pantai bersama dengan seorang duda keren tidakkah itu indah!!”

“yong”

“wae” ucapnya sambil menoleh ke shinhye.

Keduanya lalu duduk di sebuah batu karang.

“hmmm. aku ingin mendengar cerita tentang keluargamu, tentang tiffany dan anakmu jungho”

Yonghwa terdiam sejenak.

“kalau kau belum siap, aku tidak akan memaksa”

“chua, akan kuceritakan padamu”

Yonghwa menghela napas sejenak, dia merasa berat untuk menceritakan semuanya. Shin hye mengenggam kedua tangannya untuk memberinya kekuatan. Yonghwa tersenyum dan mengangguk.

“5 tahun yang lalu hidupku sangat bahagia….

Flashback
Jung yonghwa pov

“tiffany, aku pulang” ucapku.

Tiffany, istri yang sangat aku cintai membuka pintu dan tersenyum menyambutku.

Segera aku peluk dan cium istriku dengan penuh cinta. Seminggu sekali aku pulang kerumah setelah melaksanakan tugasku sebagai seorang pilot seoul airlines.

“aku sangat rindu istriku”

“ne, yong. Aku juga rindu dengan suamiku yang tampan” ucap tiffany sambil melepas topi pilotku.

Aku berjalan menuju ke sofa dan duduk.

“yong, akan ku ambilkan air minum buatmu. Kau tentu haus sekarang” ucap tiffany.

Namun aku meraih pinggang tiffany dan menariknya sehingga yeoja itu terduduk dipangkuanku.

“aku memang haus, namun aku lebih haus akan cintamu tiffany. Seminggu berpisah darimu membuatku tersiksa karena rindu” ucap ku sambil memeluk tiffany.

“aigoo. Aku juga sangat rindu denganmu, yong. Setiap malam aku tidur, aku merasa kesepian tanpa kau disisiku” ucap tiffany.

aku langsung mencium setiap bagian dari wajah istriku. Mulai dari rambutnya, keningnya, kedua pipi, hidung dan kemudian bibirnya.

Tiffany membalas ciuman ku dengan penuh cinta. Lama kami berciuman. akhirnya aku melepaskan ciumanku.

“saranghee, tiffany. My wife, now and forever”ucap ku.

“nado, nado saranghee, yonghwa. My husband now and forever more” ucap tiffany.

“tiffany, aku haus tolong airnya please dan juga air hangat untuk mandi” bisik ku.

“ne, tunggu sebentar suamiku” ucap tiffany sambil berdiri dari pangkuan ku.

Setelah minum, aku langsung menuju ke kamar kami. Aku mulai melepas pakaianku dan mandi.

Setelahnya aku langsung berbaring di tempat tidur dan menunggu tiffany. Beberapa menit kemudian, dia muncul dan mengganti pakaiannya dengan pakaian tidur.

“kau makin cantik saja jagiya” ucapku sambil melihatnya mengganti pakaian.

“sini, berbaring dekatku” ucapku.

Tiffany langsung berbaring didekatku. Aku memeluknya dan menaikkan selimut hingga sebatas bahu.

“jagiya..”

“hmm” ucapnya

“apakah sekarang kau sudah siap untuk punya anak?? Ketika kita menikah, kau belum siap untuk punya anak”

“yonghwa, suamiku. Aku sadar kalau anak adalah pelengkap cinta kita. Dan sekarang, aku siap untuk punya anak darimu” ucap tiffany.

“kau yakin??” tanyaku.

“ne, yong. Sebagai seorang istri, aku harus menghadirkan kebahagiaan bagi cinta kita yaitu seorang anak”

Aku menarik pelan bahunya sehingga ia menatapku. Aku menciumnya dan tiffany membalas ciumanku.

Malam itu, adalah salah satu malam terindah dalam hidupku.

1 tahun berikutnya. buah cinta kasih kami akhirnya lahir kedunia, Seorang bayi yang mungil dan tampan. Aku menimangnya dan mencium keningnya dengan penuh cinta.

Tiffany terlihat masih pucat, namun senyum selalu tersungging dibibir nya ketika melihatku bahagia.

“terima kasih istriku, kau memberikanku seorang anak yang sangat kuidam-idamkan”

“ne, yong. Aku juga bahagia, dia lahir dan melengkapi kebahagiaan kita” ucap tiffany. Airmata bahagia seketika mengalir pelan melihatku bahagia. Aku menyadarinya…

“saranghee, istriku tiffany” ucapku sambil mencium keningnya.

“nado..nado saranghee, suamiku yonghwa” ucapnya.

Aku kembali menoleh dan melihat bayi yang sedang kutimang.

“akan kau namakan siapa anak kita??” tanya tiffany.

Aku berpikir sebentar.

“bagaimana kalau ku namakan yuki saja, atau aiko??” tanyaku.

‘mwo, bukankah yuki dan aiko itu nama anak perempuan. Anakmu laki-laki jadi namanya harus sesuai dengan jenis kelaminnya.

“ah, aku tahu sekarang. Akan kunamakan anak kita “jung ho”

“ne, itu baru nama yang bagus yong”

Aku menimang jungho “jungho..jungho anakku, cepat besar ya supaya kau bisa menemani ibumu agar dia tidak kesepian saat aku tidak ada” ucapku sambil menatap jungho

Tiffany tersenyum melihat tingkahku. Setelah beberapa saat, aku menaruh jungho kembali ke sisi tiffany.

Setahun berikutnya. Malam yang tak terlupakan dalam hidupku. Malam yang akan mengubah hidupku.

Saat itu, tiffany ingin membeli beberapa keperluan rumah. Aku sempat mengatakan padanya agar besok saja perginya. Namun istriku itu termasuk yang keras kepala, dan tetap bersikeras untuk keluar dan dia mengajak jungho untuk ikut dengannya.

“tunggu sebentar, akan kutemani kalian” ucapku.

“yong, kau masih lemah karena baru saja sembuh dari sakit typus. Jangan paksakan dirimu, nanti sakitnya bertambah parah. Aku hanya pergi ke swalayan yang dekat dari rumah kita”

“tapi, tiffany..” ucapku. Namun tiffany memotong ucapanku.

“yong, aku bukan sekali ini keluar malam. Lagipula ini belum terlalu larut, pasti aku akan segera pulang begitu aku selesai membeli keperluan rumah”

Aku akhirnya mengalah.

“baiklah, tapi hati-hati dan segera pulang” ucapku.

“ne. Ayo jungho” ucap tiffany.

Keduanya segera menuju kemobil dan mobil itu meluncur meninggalkan rumah. Aku hanya bisa memandang kepergian mereka.

Satu jam kemudian, istriku dan anakku belum kembali dari swalayan. Aku mulai gelisah.

Mengapa mereka belum pulang juga”

Aku menoleh ke jam dinding, waktu menunjukkan pukul 20.30 Pm. Setengah jam kembali berlalu.

“aisshhh. Kemana mereka sebenarnya pergi?? Mengapa belum pulang juga??”

Tiba-tiba telepon dirumahku berdering..

Dengan sedikit cemas, aku mengangkatnya.

“yeobseyo”

“apa saya sedang berbicara dengan Mr jung yong hwa”

“ya, saya sendiri. Ada apa ya” ucapku dengan perasaan cemas.

“nama saya Seven dari kepolisian Seoul. Istri dan anak anda baru saja mengalami kecelakaan. Mereka ditabrak oleh seseorang.”

Ketika aku mendengar kabar itu, aku merasa lututku lemas dan aku langsung terduduk. Pandanganku kosong. Airmataku seketika menetes.

“halo..Mr…apa anda masih disana??” tanya seven.

Aku seketika tersadar.

“ne, dimana mereka sekarang??”

“mereka ada dirumah sakit elizabeth” ucap seven.

Aku langsung bergegas menuju ke rumah sakit elizabeth. Ketika sampai, aku bertemu dengan Dr. aiko dan seven.

“dokter, bagaimana dengan kondisi anak dan istri saya”

“apakah anda suaminya??” tanya Dr. aiko.

“ne. Apakah mereka baik-baik saja?? Dokter katakan padaku” ucapku. Tanpa sadar nada suaraku meninggi.

“sabar pak..” ucap seven. Namja itu mencoba menenangkanku, namun aku tidak mengubrisnya.

“Dokter, katakan padaku. Jangan diam saja”

Dokter aiko hanya bisa menghela napas.

“kondisi keduanya kritis. Anak dan istri anda mengalami pendarahan yang hebat dibagian kepala”

Aku langsung terduduk dan memegangi kepalaku.

Mengapa ini bisa terjadi padaku, mengapa??”

Airmataku kembali mengalir tak tertahankan. Dokter aiko perlahan menyentuh bahuku.

“mari berdoa dan berharap semoga ada keajaiban bagi keduanya” ucapnya. Aku hanya diam sambil menangis.

“seven, saya pergi dulu. masih ada pasien yang harus saya periksa” ucap Dr. aiko.

“ne, aiko. Jangan terlalu lelah bekerja dan jangan lupa dengan kencan kita besok” ucap seven tersenyum, sambil memegang tangan aiko.

“ne, seven. Aku tidak akan lupa” ucap aiko tersenyum sambil melangkah pergi.

Seven melihatku dan ikut duduk didekatku.

“anak dan istri anda ditabrak ketika mereka selesai berbelanja di sebuah swalayan”

Perlahan aku menoleh ke seven.

“apakah kalian sudah menangkap tersangka yang telah menabrak anak dan istriku itu??” tanyaku

“ani, kami masih mencari saksi yang melihat kejadian itu. Pemilik swalayan mengatakan kalau dia melihat seorang namja yang berumur sekitar 18 tahun berada di dekat kejadian itu”

“apakah kalian sudah menemukan namja itu??”

“belum, tapi dalam satu dua hari ini. Kami pasti akan menemukannya”

“aku sangat berharap kalian akan menemukan saksi itu dan mengejar pelaku penabrakan. Dia harus diberikan hukuman yang setimpal atas apa yang telah dilakukannya”

“ne, serahkan pada kami. Kepolisian seoul pasti akan segera menangkapnya”

Aku bangkit dari tempat dudukku dan berjalan menuju ke ruang ICU dengan langkah yang gontai.

Ketika aku sampai, airmataku kembali menetes melihat istri dan anakku berjuang untuk hidup.

Namun Tuhan lebih menyayangi mereka. Jungho, Anak yang kukasihi hanya mampu bertahan 3 jam saja, dia akhirnya meninggal dunia. Tiffany istriku yang sangat kucintai ikut menyusul anakku setelah berjuang untuk hidup selama 8 jam, dia pun pergi meninggalkanku sebatang kara didunia ini.

Aku menangis dengan tersedu-sedu. Tidak pernah dalam hidupku aku akan merasakan hal seperti ini. Sedih, merana, dan menderita semuanya menjadi satu. Hanya jungshin sahabatku yang datang untuk menghiburku. Ketika acara pemakaman, sahabatku sesama pilot (jonghyun dan minhyuk) serta teman-teman ku yang lain datang untuk memberikan penghiburan padaku.

Ketika anak dan istriku selesai dikuburkan, aku terus memeluk nisan mereka sambil menangis tersedu-sedu. Jungshin, jonghyun dan minhyuk terus berusaha menghiburku.

“yonghwa, sabar. Ini semua sudah takdir dari yang mahakuasa” ucap jungshin.

“semua manusia pasti akan kembali padanya. Relakan kepergian mereka yonghwa” ucap jonghyun.

“aku yakin kau akan kuat melewati ini semua” ucap min hyuk.

Aku menoleh dan melihat ketiga temanku. Tidak ada kata terucap dari bibirku.

Ketiga temanku dan juga undangan yang hadir pada acara pemakaman anak dan istriku akhirnya pergi. Namun aku masih bertahan didepan nisan anak dan istriku. Keduanya dikubur berdampingan.

Aku merasa hidupku hampa, hanya dalam 3 hari hidupku berubah. Dari kebahagiaan menjadi hampa dan kosong.

Bagaimana aku bisa hidup tanpa kalian disisiku??”

Hujan turun dengan lebatnya, namun aku masih bertahan ditempat pemakaman istri dan anakku. Airmataku sudah habis. Tinggal kesedihan dan kesepian yang kurasakan.

Malam itu dan malam-malam berikutnya, aku minum dan pulang kerumah dalam keadaan mabuk dan berharap semua ini hanya mimpi buruk. Namun selalu ketika aku bangun keesokan harinya aku merasa sangat kesepian dan kesepian. Setelah seminggu berada dirumah, aku akhirnya memutuskan untuk menjual rumah dan berusaha untuk melupakan semua kenangan tentang tiffany dan jungho. Aku kembali bekerja sebagai pilot 2 hari setelahnya, namun sampai sekarang kenangan pahit itu masih terbayang jelas diingatanku.

End Of Flashback
Author Pov

Shin hye mengambil sapu tangan dan memberikannya pada yonghwa.

“aku bisa merasakan penderitaan yang kau alami selama ini, yonghwa”

“3 tahun berlalu namun aku masih saja belum bisa melupakan semuanya”

“kau sangat mencintai tiffany, istrimu itu”

“ne, dia adalah cintaku yang pertama. Aku bahagia ketika bersama dengannya”

“namun aku juga ingin kau menolongku??” ucap yonghwa lagi.

“apapun yonghwa, akan kubantu jika aku bisa”

“tetaplah bersamaku, bantu aku melupakan semua ini. Jangan tinggalkan aku” ucap yonghwa.

Perlahan yonghwa mengambil tangan shin hye dan mengenggamnya.

“aku tahu aku belum bisa sepenuhnya membuka hati untukmu. Aku masih mencintai tiffany. Namun seiring waktu berjalan, aku akan belajar untuk mencintaimu shin hye. Namun kalau kau sudah punya seorang namjachingu atau seorang suami, aku tidak akan memaksamu”

Shin hye tersenyum.

“ani, yong. Aku belum punya namjachingu atau seorang suami. Jujur, aku mulai menyukaimu dan aku akan menunggumu untuk bisa mencintaiku dengan setulus hati. Aku pun akan membantumu dengan cintaku untuk melupakan semua ini”

Mendengar kata-kata shin hye, yonghwa langsung memeluknya.

“gomawo, shin hye. Kau mau mengerti keadaanku”

“ne, yong”

“ah, kajja kita pulang. Ini sudah larut malam” ucap yonghwa.

Sambil bergandengan tangan, keduanya kembali kedalam mobil.

“yonghwa, bagaimana dengan pelaku penabrakan anak dan istrimu itu. Apakah dia sudah tertangkap atau belum??” tanya shin hye ketika mereka dalam perjalanan kembali kevilla.

“aku belum mendapatkan informasi apa-apa dari seven”

“aku akan segera ke seoul untuk menanyakan tentang hal ini. Pelaku itu harus mendapatkan hukuman yang setimpal atas perbuatannya” ucap yonghwa lagi.

“aku berharap pelakunya cepat tertangkap dan kasusnya bisa cepat selesai”

“ne, aku juga berharap demikian, shin”

1 jam kemudian, mereka akhirnya sampai ke villa. Yonghwa melihat kalau shin hye sudah tertidur.

“shin, bangun kita sudah sampai” ucap yonghwa sambil mengguncang bahu yeoja itu.

Namun shin hye telalu lelah setelah bermain di amusement park. Yonghwa membopong tubuhnya dan membaringkannya ditempat tidur.
Namja itu menatap wajah shin hye yang sedang terlelap.

Aku baru menyadari kalau kau sangat cantik shin. Aku akan membuka hati ku dan belajar mencintaimu” Yonghwa perlahan mencium kening shin hye.

“selamat tidur shin hye” ucap yonghwa, sambil menutupi tubuh shin hye dengan selimut.

Seminggu kemudian, yonghwa dan shin hye memutuskan untuk kembali ke seoul.

Seoul
Author Pov

Siang hari yang terik.

Kapten polisi, Seven sedang mempelajari sebuah berkas pembunuhan sambil menyeka keringat diwajahnya.

“hongki, tolong hidupkan Ac nya. Aku merasa kepanasan”

“mianhe, seven. Ac diruanganmu sedang rusak. Aku sudah menelpon petugas servis Ac, namun mereka belum datang juga” ucap hongki.

“aisshh. aku tidak bisa berkonsentrasi untuk memeriksa file pembunuhan ini kalau terus kepanasan”

“pakai ruanganku saja, seven. Ac nya bagus”

“ne” ucap seven sambil membawa file yang akan diperiksanya dan pindah keruangan hongki.

Ketika namja itu baru akan memeriksa kembali file tersebut. Seorang yeoja mengetuk pintu.

“masuk”

“mianhe, Mr. seven. Ada dua orang yang ingin menemuimu”

“siapa, yuri??” tanya seven.

“namanya Mr. jung yonghwa dan Mr. jungshin”

“oh, persilahkan mereka masuk”

Yuri memanggil yonghwa dan jungshin.

“anyeong, seven” ucap yonghwa.

“anyeong juga yonghwa. Dan kau pasti jungshin, aku pernah melihatmu ketika dipemakaman tiga tahun yang lalu”

“seven, dia temanku” ucap yonghwa.

“jungshin imnida” ucap jungshin. Keduanya berjabat tangan.

“silahkan duduk yonghwa, jungshin”

“gomawo, seven”

“ah, aku kemari mau menanyakan kasus tabrak lari yang menimpa istri dan anakku” ucap yonghwa.

“ah, tentang hal itu. Mianhe, kami belum bisa menangkap pelakunya” ucap seven.

“brak” yonghwa memukul meja yang berada dihadapan nya.

“mwo..setelah tiga tahun kejadian ini berlalu, kalian para polisi belum bisa menangkapnya” ucap yonghwa emosi sambil berdiri.

“apa saja kerja kalian sehingga sampai sekarang belum bisa menangkapnya” ucapnya lagi.

“yonghwa duduk dulu, dengarkan penjelasan seven. Pasti ada alasannya mengapa sampai saat ini pelaku tabrak lari itu belum tertangkap.

“huh” ucap yonghwa kesal sambil duduk kembali.

“kami tidak bisa menangkap sembarang orang, kami harus memeriksa dengan teliti saksi dan bukti yang ada sebelum menangkap pelakunya” ucap seven.

“aku sudah menemukan saksi yang melihat dengan jelas jenis, nomor plat serta ciri-ciri mobil yang telah menabrak istri dan anakmu”ucapnya lagi.

“lantas, mengapa belum juga mobil itu ditemukan??” tanya jungshin.

“karena mobil yang seperti itu tidak pernah terlihat lagi sejak kejadian itu. Kami sudah melengkapi petugas kami dilapangan dengan gambar mobil beserta plat nomor kendaraannya. Namun mobil itu hilang dan sampai sekarang kami tidak bisa menemukannya”

“Apakah saya bisa mendapatkan gambar mobil beserta plat nomor kendaraannya??” tanya yonghwa.

“ne, akan saya berikan”

“Yuri” panggil seven.

“berikan salinan gambar dan plat nomor kendaraan dari mobil yang kita cari selama ini pada kedua orang ini”

“baik, kapten”

“kalau begitu kami berdua permisi dulu. Mianhe, kalau aku tadi sempat emosi” ucap yonghwa.

Seven menyentuh pelan bahu yonghwa.

“aku mengerti kalau kau emosi, siapapun akan sepertimu ketika mengalami hal ini”

“gomawo, seven”

“ne, yonghwa. Kalau ada mobil yang mirip seperti di gambar itu, cepat telepon aku” ucap seven.

Yonghwa hanya menganggukkan kepalanya dan bersama jungshin, dia melangkah pergi meninggalkan markas kepolisian seoul.

TBC

Author baru menyelesaikan menulis cerita sequel “Love Is In The Air” part 2 “story from the past”
Konflik apa yang akan muncul di part berikutnya?? Apakah cinta yonghwa dan shin hye akan tetap selamanya atau tidak, dan siapakah pelaku yang telah menabrak istri dan anak yonghwa hingga mereka meninggal.
Nantikan dalam part selanjutnya..
Gomawo dan keep comment guys..

5 thoughts on “LOVE IS IN THE AIR

  1. penasaran dch siapa yg nabrak istri’y yonghwa. .
    mudh”an yg nabrak gg ad hubngan apa” m shinhye. .
    akhr’y yong mw ngebuka hati’y. .
    d’tunggu next partnya. .

  2. lanjut Gunsssss………..
    smga YongShin bsa hidup bersama, n smga yg yg nabrak istri n anak ny YongHwa tdk ad hub ny sm ShinHye…

  3. ak tau sptnya adiknya shin hye si penabraknya. ahahaha sok tau nih ak ceritanya maaf ya author 😀
    smoga yong hwa bsa membuka hatinya unt yong hwa dgn cepat agar mreka cepat bersatu jg😀
    pkoknya keren ceritanya, ditunggu next partnya ya eonni🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s